Seperti tanggal 21 April yang sudah-sudah, hampir seluruh sekolah dipastikan kembali memperingati tanggal 21 April sebagai Hari Kartini. Seperti biasa, semua murid akan memulai rutinitas lain dari biasanya. Semua dimulai dari kostum sekolah yang tidak mengenakan seragam seperti hari yang lain, tetapi kusus murid perempuan di wajibkan berkebaya dan bersanggul. Tidak lupa menggunakan sendal ber hak tinggi yang tentu saja tidak ramah untuk kaki kecil usia sekolah dasar. Selain tidak ramah dari segi kesehatan, selop tinggi pasti akan sulit dikenakan dengan kain panjang melilit badan. Apa dinyana, anak-anak itu senang mengenakannya. Mungkin karena ini berbeda dari biasanya, bersekolah dengan seragam yang sama hampir satu minggu penuh. Perayaan selalu dimulai dengan melaksanakan upacara bendera, tujuannya untuk menghormati dan mengenang kembali jasa pahlawan Raden Adjeng Kartini. Keunikan kedua setelah seragam khususpun teridentifikasi; suasana upacara berbeda. Komandan upacara, pengibar ben...