Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pemilu 2019

Formula Pemenangan

Kenyataanya, tangan dan kaki saya tidak cukup masuk  ke seluruh 609 gampong, 17 kecamatan  di Bireuen. Maka terbentuklah tim pemenangan di kecamatan-kecamatan yang rela bekerja keras mendukung pemenangan.  Saya pernah melakukan diskusi serius  membahas urusan sosialisasi. Siapa saja  stake holder  yang akan kita libatkan. Apakah tokoh "A" layak menjadi juru kampanye kita, oh...ternyata tokoh "B" sudah bekerja untuk caleg lain... dan banyak lagi analisa perseorangan dilakukan dan memakan waktu lumayan panjang. Kami juga mendiskusikan kelompok tertentu yang bisa menjadi peluang/pendukung, akan tetapi dalam waktu bersamaan juga bisa  menjadi penghambat.  Saya sendiri awalnya tidak terlalu ambil pusing dengan keterlibatan para tokoh dan atau kelompok tertentu. Yang menjadi fokus saya adalah sesiapa saja yang siap dan mau bekerja menjadi tim saya. Saya anggap, merekalah tulang punggung.  Teori saya digugat dan direvisi oleh ...

HAK POLITIK LANSIA

Bireuen memiliki 34.412 orang penduduk dengan usia diatas 60 tahun. Angka ini merujuk kepada data Bireuen Dalam Angka yang dirilis 2018 oleh BPS Bireuen.  Kasarnya, dengan angka sedemikian bisa memberikan dua kursi DPRA untuk Lansia.  Secara usia, berdiskusi dengan mereka akan menambah pengalaman baru buat para caleg. Disamping tentu saja populasi mereka juga menjanjikan dari segi suara. Jadi jangan luput memperhatikan pada Lansia dalam proses pencalegan.  Sebagai bagian populasi penduduk, tentu lansia memiliki isu spesifik. Maka pendekatan yang dilakukan juga harus khusus atau spesifik menyasar mereka.  Para pendamping pastikan juga melengkapi surat yang dibutuhkan untuk mendampingi.  Mari kita dukung terjaganya hak-hak politik para lansia agar terpenuhi. 

ARIF DAN MIMPI HUTAN BAKAU DI BIREUEN

Ini adalah foto Arif, di salah satu sudut hutan mangrove seluas 16 hektar yang terbentuk dari reklamasi alami bertahun lampau di gampong Lancok, Bireuen. Hutan ini menampung binatang yang mulai sulit ditemukan di Bireuen, sebut saja burung, ikan, biawak, dan banyak lainya. Saya berkunjung ke lokasi ini sekitar sore hari, menikmati kicauan burung, sambil bercengkerama dengan mamak-mamak yang mengumpulkan tiram di pinggiran hutan bakau untuk dijual. Tak lupa, menanyakan hasil jaring bapak-bapak di dekat muara. Adalah Arif, jomblowan yang bertekad memperjuangkan keberadaan hutan ini, ditengah meningkatnya ancaman penebangan bakau untuk diubah menjadi tambak. Arif melihat pentingnya hutan ini bagi kesehatan ekosistem tambak disekitarnya. Hutan ini terletak di antara hamparan tambak warga Bireuen, di bibir sungai. Lokasi yang sangat strategis untuk ekowisata. Terpenting, hutan mangrove bisa menjadi laboratorium percobaan atau penelitian alami. Tanaman bakau yang rimbun, diyaki...