Langsung ke konten utama

Hukum itu seharusnya.....

Udah dari tanggal 17 kemaren di Medan. Lagi ada TOT CEDAW. Ini baru kali pertama ikut TOT CEDAW. Merujuk ke kata TOT atau Training of Trainer, berarti kita semua yang ada disini harusnya udah dapat training ttg CEDAW itu sendiri. kemudian baru ikut TOTnya.

Pelatihan akan dilaksanakan sampai tanggal 22. Kebayangkan kan betapa...:-( nya..., tapi ingat ilmunya jadi bikin seneng.

Hari pertama, kedua dan ketiga dilalui dengan antusias tinggi. Banyak peserta yang hadir adalah orang-orang yang memang hebat dibidangnya. Ada pengacara (bukan pengangguran banyak acara ya...) ada hakim, aktivis HAM dan HAP, anggota legislativ etc etc.

Ada hal penting yang yantol dipikiran aku. Bahwa untuk melakukan penerapan hukum itu ada beberapa hal penting yang saling berhubungan antara satu dan lainnya. yaitu ;

1. struktur .
Harus diciptakan struktur penegak hukum yang mampu menterjemahkan dan mengimplementasikan instrumen yang sudah ada sehingga berpihak kepada korban dan kelompok yang lemah (dilemahkan). Terutama mereka juga harus mempunya sensitifitas gender yang tinggi.

2. kultur dan
Harus ada upaya yang significan dalam merombak kebudayaan, tradisi dan norma pada masyarakat yang mendiskriminasi dan mendiskreditkan perempuan.

3. substansi.
Peoduk hukum yang dihasilkan haruslah sudah secara tegas mengandung unsur ; equality dalam kesempatan atau opportuniy, dalam akses dan hasil atau result.kalau tiga hal tersebut diatas terpenuhi termasuk substansi dari hukumnya.. pasti hukum yang dibuat akan menjangkau keutuhan masyarakat dan memberikan hasil yang rii.

Postingan populer dari blog ini

sidang

akhirnya.. dia sidang lagi. ini sidang yang ke dua. kalau sidang pertama di sambut lara..tapi yang ini...BAHAGIA.. setelah lebih 10 tahun tercatat sebagai pelajar (baca : mahasiswa) di IAIN Banda Aceh, si beb tamat juga :-) ..selamat..selamat...

KENAPA HARUS KAUTSAR, S.Hi?

Aceh Golput. Adalah strategi yang kami putuskan untuk melawan represif negara di bumi Aceh, 15 tahunlalu. Tidak akan terjadi pesta demokrasi yang jurdil dibawah todongan senjata. Golput menjadi sebuah gerakan yang kami lakukan secara sistematis. Direncanakan dan dikerjakan jauh-jauh hari. Pekerjaan kampanye dan pengorganisiran yang tidak hanya dilakukan pada tingkat atas, tetapi juga di grassroots. Dengan cara demikian, golput dimiliki tidak hanya oleh kaum cerdik pandai, tetapi juga nyak-nyak di desa. Pendidikan politik ini disambut baik oleh rakyat Aceh. Aceh mayoritas Golput. *** Saya mendengar banyak cerita unik selama dia melakukan gerakan klandestein. Misalnya, ketika malam berada ditempat terpencil, tidak tembus cahaya bulan dan bintang, sering sekali mereka menabrak pohon yang batangnya penuh duri dari bawah hingga kepucuknya. Ada juga larangan ketat tidak membuang sampah sembarangan. Konon, ada kejadian mereka membuat rendang “pura-pura”. Adalah “selop jepang” ...

Reviktimisasi Korban Akibat Kurang Bijak Menjaga Jemari

“Ayah…, maafin P ya yah, P udah malu-maluin ayah sama semua orang. Tapi P berani sumpah kalau P gak pernah jual diri sama orang. Malam itu P Cuma mau nonton kibot (keyboard-red) di Langsa, terus P duduk di lapangan begadang sama kawan-kawan P.” “Sekarang P gak tau harus gimana lagi, biarlah P pigi cari hidup sendiri, P gak da gunanya lagi sekarang. Ayah jangan cariin P ya..!!, nanti P juga pulang jumpai ayah sama Aris. Biarlah P belajar hidup mandiri, P harap ayah gak akan benci sama P, Ayah sayang kan sama P..???, P sedih kali gak bisa jumpa Ayah, maafin P ayah… Kakak sayang sama Aris, maafin kakak ya.. (P sayang Ayah).”  P, memilih mengakhiri hidupnya dengan seutas tali. Seperti dilansir Tribun News pada Selasa, 11 September 2012 lalu. Kemarin malam, saya sangat terkejut dengan bombardir berita di linimasa laman facebook. Penangkapan sejumlah laki-laki dan perempuan yang disangkakan menyalahgunakan narkotika, disertai foto-foto jelas, berikut nama dan alamatnya. ...