Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2011

Bercerita tentang ngopi di Aceh, bagi saya, seorang perempuan.

Berserakan potongan cerita di kepala ini kalau membayangkan aroma lemaknya kopi. Belum selesai satu sketsa terbayang, sudah muncul sketsa lain lagi. Loncat-loncat dari satu waktu ke waktu lain. Sulit membayangkan kapan terjadi momen ngopi yang tidak menyenangkan. Medio 90an, tepatnya ketika jaman kuliah dulu, ngopi selalu dilakukan bersama teman kampus. Kita punya 1 tujuan ngopi; Solong. Rombongan kami menjajah satu-satunya meja marmer bundar yang terletak di  kamar penyimpanan rokok dan roti selai. Terdapat lemari kayu besar dengan banyak kaca. Kalau sekarang kita ke Solong, jangan cari kamar itu. Dia lenyap sebagai korban renovasi. Cerita lucu mengalir di atas meja. Saling ledek, ngumpetin sendal, kemudian kesal, dan pulang dengan sisa tawa. Demikian berulang keesokan harinya. Pramusaji di Solong tidak bertanya keberadaan saya, Cici, Nova, Rini, dan Ayu diantara kawan laki-laki yang lain. Padahal kami bisa menghabiskan waktu dari siang sampai sore. Menuju ujung 90an, sa...

Mengintip Lafal Transaksi Lembu di Aceh

http://theglobejournal.com/kategori/sosial/mengintip-lafal-transaksi-lembu-di-aceh.php Arabiyani [Pengusaha Buku Langka di Banda Aceh] | Sabtu, 29 Oktober 2011 Bireuen - "Bismillahirrahmanirrahim, Loen peublo leumo loen keu gata, leumo mirah raya tumbon, leumo keu droen , peng keu ulon" "Alhamdulillah, loen teuriomong leumo droen, peng keu droen". Jabatan tangan selesai, lega rasanya. Mantan pemilik sapi berpesan : lembu ini saya rawat sendiri dengan tangan saya, saya kasih makan dengan rasa sayang. mudah-mudahan bermanfaat apalagi untuk qurban. Terharu sekali, mendengar kata lirih sosok tua berkacamata itu. teringat tawar menawar tadi. lembu tak dilepas dari Rp 8.850.000 apapun yang terjadi. -foto saya ambil dari mesin pencari google-  Demikian sepintas seruput perasaan yang mengalir dalam diri ini ketika transaksi berhasil. Meluruhkan perasaan bingung, deg degan, takut dan sebagainya. Maklum, baru kali ini masuk ke pasar hewan di Bireuen. Ribuan hew...