Berserakan potongan cerita di kepala ini kalau membayangkan aroma lemaknya kopi. Belum selesai satu sketsa terbayang, sudah muncul sketsa lain lagi. Loncat-loncat dari satu waktu ke waktu lain. Sulit membayangkan kapan terjadi momen ngopi yang tidak menyenangkan. Medio 90an, tepatnya ketika jaman kuliah dulu, ngopi selalu dilakukan bersama teman kampus. Kita punya 1 tujuan ngopi; Solong. Rombongan kami menjajah satu-satunya meja marmer bundar yang terletak di kamar penyimpanan rokok dan roti selai. Terdapat lemari kayu besar dengan banyak kaca. Kalau sekarang kita ke Solong, jangan cari kamar itu. Dia lenyap sebagai korban renovasi. Cerita lucu mengalir di atas meja. Saling ledek, ngumpetin sendal, kemudian kesal, dan pulang dengan sisa tawa. Demikian berulang keesokan harinya. Pramusaji di Solong tidak bertanya keberadaan saya, Cici, Nova, Rini, dan Ayu diantara kawan laki-laki yang lain. Padahal kami bisa menghabiskan waktu dari siang sampai sore. Menuju ujung 90an, sa...